Minggu, 16 Mei 2010

KETIDAKMAMPUAN BELAJAR PADA ANAK

Ketidakmampuan Belajar adalah ketidakmampuan untuk menerima, menyimpan dan menggunakan secara luas kemampuan ataupun informasi khusus, yang terjadi akibat kurangnya pemusatan perhatian, memori atau pemikiran dan hal ini mempengaruhi prestasi akademik.

Terdapat berbagai jenis ketidakmampuan belajar dan masing-masing tidak memiliki penyebab yang pasti. Tetapi dasar dari semua jenis ketidakmampuan belajar ini diyakini merupakan suatu kelainan pada fungsi otak.
Ketidakmampuan belajar 5 kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.

Seorang anak yang mengalami ketidakmampuan belajar seringkali mengalami kesulitan dalam mengkoordinasikan penglihatan dan gerakannya serta menunjukkan kecanggungan ketika melaksanakan kegiatan fisik, seperti memotong, mewarnai, mengancingkan baju, mengikat tali sepatu dan berlari.
Anak juga mungkin mengalami masalah dengan persepsi penglihatan atau pengolahan fonologis
Beberapa anak mengalami masalah dalam membaca, menulis maupun berhitung.
Tetapi kebanyakan ketidakmampuan belajar ini sifatnya kompleks dan kelainannya terjadi di lebih satu daerah.

Anak mungkin lambat dalam:
- mempelajari jenis warna atau huruf
- menyebutkan nama benda yang dikenalnya,
- berhitung
- mencapai kemajuan dalam kemampuan belajar dini lainnya.
Belajar menulis dan membaca mungkin tertunda.
Gejala lainnya adalah pemusatan perhatian yang pendek dan perhatiannya mudah terganggu, percakapannya terputus serta ingatannya pendek.

Anak juga mungkin mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dan mengendalikan dorongan serta memiliki masalah dalam kedisiplinan. Mereka mungkin menunjukkan sikap hiperaktif, menarik diri, pemalu atau agresif.

Untuk memperkuat diagnosis, dilakukan berbagai pemeriksaan berikut:
- Pemeriksaan fisik
- Serangkaian tes kecerdasan (verbal dan non-verbal, termasuk tes membaca, menulis dan berhitung)
- Tes psikis.

Untuk membantu meningkatkan perhatian dan konsentrasi bisa diberikan metilfenidat.
Pengobatan yang paling efektif adalah pendidikan yang secara seksama disesuaikan dengan individu anak.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar