Minggu, 16 Mei 2010

GANGGUAN PEMUSATAN PERHATIAN PADA ANAK

Gangguan Pemusatan Perhatian (Attention Deficit Disorder< ADD) adalah suatu pemusatan perhatian yang buruk atau singkat dan sifat impulsif (mengikuti kata hati) yang tidak sesuai dengan usia anak, dengan atau tanpa hiperaktivitas.

ADD diperkirakan terjadi pada 5-10% anak usia sekolah dan 10 kali lebih sering ditemukan pada anak laki-laki.
Tanda-tanda dari ADD banyak yang sudah tampak sebelum anak berumur 4 tahun tetapi baru menimbulkan gangguan yang berarti pada usia sekolah.

Penyakit ini biasanya diturunkan. Penelitian terakhir menujukkan bahwa penyakit ini terjadi akibat adanya kelainan pada neurotransmiter (zat yang menghantarkan gelombang saraf di dalam otak).
ADD seringkali diperburuk oleh lingkungan di rumah maupun sekolah.

ADD terutama merupakan suatu masalah dalam pemusatan perhatian, konsentrasi dan ketekunan menjalankan tugas. Anak juga mungkin bersifat impulsif dan overaktif.
Diagnosis ADD biasanya ditegakkan jika anak memiliki 8 dari 14 gejala berikut: atau kelainan anus)
  1. Gelisah (seringkali meremas-remas tangannya atau menggeliatkan kakinya)
  2. Tidak dapat diminta duduk tenang
  3. Perhatiannya mudah terganggu oleh rangsangan yang asing
  4. Tidak dapat menunggu gilirannya jika sedang bermain dalam kelompok
  5. Seringkali melontarkan jawaban sebelum pertanyaan selesai diberikan
  6. Mengalami kesulitan dalam mengikuti petunjuk dari orang lain, meskipun dia memahaminya dan tidak berusaha untuk melawan
  7. Mengalami kesulitan dalam mempertahankan perhatiannya ketika sedang melakukan aktivitas belajar ataupun bermain
  8. Seringkali meninggalkan kegiatan yang belum tuntas dan beralih kepada kegiatan yang baru
  9. Mengalami kesulitan untuk bermain dengan tenang
  10. Seringkali terlalu banyak berbicara
  11. Seringkali menyela percakapan atau mengganggu orang lain
  12. Seringkali tidak mendengarkan apa yang telah dikatakan kepadanya
  13. Seirngkali kehilangan benda-benda yang diperlukan dalam kegiatan belajarnya di sekolah maupun di rumah
  14. Seirngkali terlibat dalam aktivitas fisik yang berbahaya tanpa mempertimbangkan akibat yang mungkin ditimbulkannya.
Pengobatan yang paling efektif adalah obat-obat psikostimulan (perangsang psikis).
Terapi perilaku dipimpin oleh seorang psikolog anak yang biasanya dikombinasikan dengan terapi obat. Seringkali diperlukan teknik pengasuhan yang terstruktur, teratur dan dimodifikasi.
Tetapi kepada anak-anak yang tidak terlalu agresif dan berasal dari lingkungan rumah yang stabil, hanya diberikan terapi obat.

Obat yang paling sering diberikan adalah metilfenidat. Obat ini telah terbukti lebih efektif daripada anti-depresi, kafein dan psikostimulan lainnya, serta menimbulkan efek samping yang lebih sedikit jika dibandingkan dengan dekstroamfetamin.
Efek samping yang biasa timbul adalah gangguan tidur (misalnya insomnia) dan berkurangnya nafsu makan. Efek samping lainnya adalah depresi atau perasaan sedih, sakit kepala, nyeri lambung dan tekanan darah tinggi. Jika diminum dalam dosis tinggi dan dalam waktu yang lama, metilfenidat bisa memperlambat pertumbuhan anak.

Anak dengan ADD biasanya tidak dapat mengatasi kesulitannya sendiri. Masalah yang timbul atau tetap ada pada masa remaja dan dewasa adalah kegagalan akademis, harga diri yang rendah, kecemasan, depresi dan kesulitan dalam mempelajari perilaku sosial yang benar. Mereka tampaknya lebih bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan daripada dengan lingkungan sekolah.
Jika ADD tidak diobati, maka penderita memiliki resiko mengkonsumsi alkohol atau zat lainnya serta memiliki resiko bunuh diri yang lebih tinggi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar