Minggu, 16 Mei 2010

GANGGUAN KECEMASAN PADA ANAK

Kecemasan Karena Berpisah adalah kecemasan yang dirasakan oleh anak ketika orang tuanya meninggalkannya sendiri.

Menangis ketika ditinggalkan oleh ibunya atau menangis jika didekati orang yang tidak dikenalnya, merupakan suatu tahap perkembangan normal yang ditemukan pada bayi usia 8 bulan dan berlangsung sampai usia 18-24 bulan.
Pada umur 2 tahun, anak batita (dibawah tiga tahun) mulai memahami bahwa orang tuanya mungkin tidak terlihat oleh mata tetapi mereka pasti akan kembali.

Pada saat bayi berkembang dan lebih memperhatikan serta berinteraksi dengan lingkungannya, dia akan mengalami berbagai emosi seperti rasa percaya, rasa aman dan nyaman. Jika dia merasa kurang akrab dengan lingkungannya, maka akan timbul rasa takut.
Pada usia 8-24 bulan, anak-anak mengalami perasaan takut jika tidak berada dalam lingkungan yang akrab dan aman. Mereka mengenal orang tuanya sebagai lingkungan yang akrab dan aman. Jika berpisah dari orang tua, mereka merasa terancam dan tidak aman.

Gejalanya bisa berupa:
- Kesedihan berlebih ketika berpisah dengan ibu
- Khawatir akan kehilangan atau terjadi sesuatu yang buruk pada ibu
- Sering enggan pergi ke sekolah atau tempat lainnya karena takut berpisah
- Tidak mau tidur jika tidak ditemani oleh orang dewasa
- Mimpi buruk
- Sering mengeluhkan keadaan fisiknya

Beberapa orang tua (terutama yang baru pertama kali memiliki anak) menduga bahwa kecemasan karena berpisah ini merupakan suatu gangguan emosional dan mereka menghadapinya dengan bersikap protektif
Sang ayah mengartikan kecemasan karena berpisah sebagai pertanda bahwa anak terlalu dimanja dan menyalahkan ibunya atau mencoba untuk merubah perilaku anak dengan cara memarahi dan memberi hukuman.

Sebaiknya orang tua diyakinkan bahwa perilaku anak adalah normal.
Orang tua didorong untuk tidak terlalu protektif dan mengekang anak serta dianjurkan untuk membiarkan anaknya berkembang secara normal.

Penyelesaian terhadap masalah kecemasan ini tergantung kepada rasa aman dan rasa percaya yang mereka miliki terhadap orang selain orang tuanya, lingkungannya dan keyakinan akan kembalinya orang tua mereka.
Meskipun anak telah berhasil melewati masa perkembangan ini, kecemasan karena berpisah mungkin akan kembali pada saat anak mengalami stres. Kebanyakan anak akan mengalami kecemasan jika berada dalam situasi yang tidak dikenalnya dengan baik, terutama jika terpisah dari orang tuanya.

1 komentar:

  1. trik mengatasi Ejakulasi Dini – tidak hanya ukuran Penis yg ajaib mengobral pertanyaan yang kerap dihadapi pasangan suami wanita yakni perkara ejakulasi dini. pertanyaan ini cukup serius dikarenakan dialami lumayan tidak sedikit pria dan ikut mempengaruhi mutu pertalian seks mereka. tidak sedikit laki laki yang menyadari pentingnya menurunkan kepuasan bagi pasangannya.

    faktor ini dapat mempengaruhi keharmonisan sebuah hubungan dan memelihara hubungan supaya tetep kekal dan mesra. urusan ejakulasi dini muncul didasari alamat bukti bahwa sekitar udara memerlukan dikala yg jauh obsolet buat menggapai akhir klimaks saat satu buah pasangan tambah berhubungan intim, bahkan ada masih yg kesulitan mengalami orgasme kala berhubungan dgn pasangannya. cara mengalahkan Ejakulasi Dini

    era yg pass panjang diwaktu berhubungan intim dipercaya memberikan sensasi yang lebih untuk dirasakan saat berhubungan badan. Penetrasi yang dilakukan dekat ketika yg lebih bahari berpengaruh kembali dengan mungkin saja pencapaian orgasme yang lebih mengobral perihal – faktor inilah yang mendasari munculnya keluhan ejakulasi dini.

    Apabila pertanyaan masih belum sanggup terpecahkan serta-merta menghubungi dokter spesialis andrologi Klinik apollo pada wawancara lebih lanjut di Hotline No. (021)-62303060.


    Andrologi | bagaimana mengatasi kulup panjang

    Apakah sunat sakit | Metode sunat modern terkini

    hubungi Dokter | Chatting gratis

    BalasHapus