Sabtu, 24 Oktober 2009

Perkembangan Proprium

Perkembangan Proprium

Perkembangan proprium berkembang dari masa bayi sampai masa adolesensi melalui tujuh tigkat “diri”. Proprium adalah susunan dari tujuh tingkat “diri” ini. Proprium merupakan suatu prasyarat untuk suatu kepribadian yang sehat.

1) “Diri” jasmaniah.

Kita tidak dilahirkan dengan suatu perasaan tentang diri. Bayi tidak dapat membedakan antara diri (“saya”) dan dunia sekitarnya. Ketika bayi menyentuh, melihat, mendengar dirinya, orang-orang lain, dan benda-benda, perbedaan itu menjadi lebih jelas. Kira-kira pada usia 15 bulan, maka munculah tingkat pertama perkembangan proprium diri jasmaniah

Kesadaran akan “saya jasmaniah” misalnya, bayi membedakan antara jari-jarinya dan sebuah benda yang dipegang dalam jari-jarinya merupakan langkah pertama ke arah tercapainya seluruh diri. Allport menyebutnya “jangkar abadi untuk kesadaran diri kita” meskipun masih jauh dari menjadi seluruh diri orang itu.

2) Identitas diri

Anak mulai sadar akan identitasnya yang berlangsung terus sebagai seorang yang terpisah. Anak mempelajari namanya, menyadari bahwa bayangan dalam cermin hari ini adalah bayangan dari orang yang sama seperti yang dilihatnya kemarin,dan percaya bahwa perasaan tentang “saya” atau “diri” tetap bertahan dalam menghadapi pengalaman-pengalaman yang berubah.

Allport berpendapat bahwa segi yang sangat penting dalam identitas diri adalah nama orang. Nama itu menjadi lambang dari kehidupan seseorang yang mengenal dirinya dan membedakannya dari semua diri yag lain di dunia.

3) Harga diri

Hal ini menyangkut perasaan bangga dari anak sebagai suatu hasil dari belajar mengerjakan benda-benda atas usahanya sendiri. Pada tingkat ini anak ingin membuat benda-benda, menyelidiki dan memuaskan perasaan ingin tahunya tentang lingkungan,memanipulasi dan mengubah lingkungan itu. Anak yang berusia 2 tahun yang bersifat ingin tahu dan agresif dapat menjadi sangat destruktif karena dorongan untuk memanipulasi dan menyelidiki ini berkuasa. Allport percaya bahwa hal ini merupakan suatu tingkat perkembangan yang menentukan. Apabila orangtua menghalangi kebutuhan anak untuk menyelidiki maka perasaan harga diri yang timbul dapat dirusakkan. Akibatnya akan timbul perasaan dihina dan marah.

Inti dari munculnya harga diri ialah kebutuhan anak akan otonomi. Hal ini kelihatan dalam tingkah lakunya yang negatif sekitar usia 2 tahun, ketika anak kelihatannya selalu menentang segala sesuatu yang dikehendaki orantua unuk diakukannya. Kemudian sekitar usia 6 atau 7 tahun harga diri lebih ditentukan oleh semangat bersaing degan kawan-kawan sebayanya.

4) Perluasan diri (self extension)

Dimulai sekitar usia 4 tahun. Anak sudah mulai menyadari orang-orang lain dan benda-benda dalam lingkungannya dan fakta bahwa beberapa diantaranya adalah milik anak tersebut. Anak berbicara tentang “rumahku” atau “sekolahku”. Anak mempelajari arti dan nilai dari milik seperti terungkap dalam kata yang bagus sekali “kepunyaanku”. Merupakan permulaan dari kemampuan orang untuk memperpanjang dan memperluas dirinya untuk memasukkan tidak hanya benda-benda tetapi juga abstraksi-abstraksi,nilai-nilai,dan kepercayaan-kepercayaan.

5) Gambaran diri

Hal ini menunjukkan bagaimana anak melihat dirinya dan berpendapat tentang dirinya. Gambaran ini berkembang dari interaksi-interaksi antara orangtua dan anak. Lewat pujian dan hukuman, anak belajar bahwa orangtuanya mengharapkannya supaya menampilkan tingkah laku tertentu dan menjauhi tingkah laku lain. Dengan mempelajari harapan-harapan orangtua ini, anak mengembangkan dasar untuk suatu perasaan tanggung jawab moral serta untuk perumusan tentang tujuan-tujuan dan intensi-intensi.

6) Diri sebagai pelaku rasional

Setelah anak mulai sekolah, tahap ini mulai timbul. Aturan-aturan dan harapan-harapan baru dipelajari dari guru-guru dan teman-teman sekolah serta hal yang lebih penting ialah diberikannya aktivitas dan tantangan intelektual. Anak belajar bahwa dia dapat memecahkan masalah-masalah dengan menggunakan proses-proses logis dan rasional.

7) Perjuangan Proprium (Propriate Striving)

Dalam masa adolesensi tingkat terakhir dalam perkembangan diri timbul. Allport percaya bahwa masa adolesensi merupakan suatu masa yang sangat menentukan. Segi yang paling penting dari pencarian identitas ini adalah definisi suatu tujuan hidup. Pentingnya pencarian ini yakni untuk pertama kalinya orang memperhatikan masa depan,tujuan dan impian jangka panjang.

Sumber : Psikologi Pertumbuhan by DUANE SCHULTZ

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar