Sabtu, 10 Oktober 2009

PERBEDAAN PSIKOANALISA, BEHAVIORISME DAN HUMANISTIK

BEHAVIORISME

Diprakarsai oleh J.B Watson (1879-1958)

Ia menolak bahwa pikiran sebagai subjek psikologi dibatasi pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diobservasi.

Tiga ciri penting :

1) Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen-elemen atau bangunan perilaku.

2) Menekankan pada perilaku yang dipelajari daripada perilaku yang tidak dipelajari (refleks). Behaviorisme menolak = kecenderungan-kecenderungan perilaku bawaan.

3) Difokuskan pada perilaku binatang.

PSIKOANALISA

Tokohnya adalah Sigmund Freud (1856-1939)

Ø Kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari permunculan dalam perilaku dan pikiran.

Ø Bersembunyi dari kesadaran indval (tidak disadari) = unconscious motivation.

Dalam menyembuhkan pasien neurotis, Freud mengembangkan beberapa metode :

1. Hipnosa

Penyembuhan dalam waktu sementara.

2. Asosiasi bebas

Pemanggilan kembali pengalaman-pengalaman masa lampau dan pelepasan emosi yang berkaitan dengan situasi-situasi traumatik.

3. Analisis mimpi

Jalan istimewa menuju ketaksadaran.

HUMANISTIK

Tokohnya adalah Abraham Maslow (1908-1970). Gerakan ini merasa tidak puas terhadap psikologi behavioristik dan psikoanalisis, dan memfokuskan penelitiannya pada manusia dengan ciri-ciri eksistensinya.

Psikologi Humanistik mulai di Amerika Serikat pada tahun 1950 dan terus berkembang. Psikologi Humanistik memandang Behavioristik mendehumanisasi manusia. Psikologi Humanistik mengarahkan perhatiannya pada humanisasi psikologi yang menekankan keunikan manusia. Menurut Psikologi Humanistik manusia adalah mahluk kreatif, yang dikendalikan oleh nilai-nilai pilihannya sendiri bukan oleh kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.

Lima macam kebutuhan yang berhirarki :

1 Kebutuhan-kebutuhan fisiologis (the psyciological needs)

2 Kebutuhan-kebutuhan rasa aman (the safety needs/the security needs)

3 Kebutuhan rasa cinta dan memiliki (the love and belongingness needs)

4 Kebutuhan akan penghargaan (the self esteem needs)

5 Kebutuhan akan aktualisasi diri (the self actualization needs)

Kebutuhan-kebutuhan tersebut dikatakan berhierarki karena kebutuhan yang lebih tinggi menuntut dipenuhi apabila kebutuhan yang tingkatnya lebih rendah sudah terpenuhi.

Menurut Maslow Psikologi harus lebih manusiawi, yaitu lebih memusatkan perhatiannya pada masalah-masalah kemanusiaan. Psikologi harus mempelajari kedalaman sifat manusia, selain mempelajari yang nampak juga mempelajari perilaku yang tidak nampak, mempelajari ketidaksadaran sekaligus mempelajari kesadaran.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar