Senin, 05 Oktober 2009

PERBEDAAN PSIKOANALISA SIGMUND FREUD DENGAN ERIKSON


Pandangan Psikoanalisa Sigmund Freud

Ia meyakini bahwa kehidupan individu sebagian besar dikuasai oleh alam bawah sadar yang mengendalikan sebagian besar perilaku. Sehingga tingkah laku banyak didasari oleh hal-hal yang tidak disadari, seperti keinginan, impuls, atau dorongan. Keinginan atau dorongan yang ditekan akan tetap hidup dalam alam bawah sadar dan sewaktu-waktu akan menuntut untuk dipuaskan.Menurut Freud pikiran-pikiran yang direpres atau ditekan merupakan sumber perilaku yang tidak normal/menyimpang. Pandangan lengkapnya antara lain :

1) Kesadaran dan Ketidaksadaran

Freud berpendapat bahwa kehidupan psikis terdiri dari : kesadaran (the conscious) dan ketidaksadaran (the unconscious). Kesadaran dapat diibaratkan seperti permukaan gunung es yang nampak. Jadi kesadaran itu merupakan bagian kecil dari kepribadian. Ketidaksadaran yang merupakan bagian kecil dari gunung es di bawah permukaan air mengandung insting-insting yang mendorong perilaku manusia. Menurut Freud ada bagian lain yang disebut Prasadar (preconscious). Dalam preconscious stimulus-stimulus belum direpres,sehingga dapat dengan mudah ditimbulkan kembali dalam kesadaran.

Menurut Freud kepribadian terdiri dari Id, Ego dan Super ego. Id merupakan bagian primitif dari kepribadian. Id mengandung insting seksual dan isting agresif. Id membutuhkan satisfaction dengan segera tanpa memperhatikan realitas yang ada,sehingga sering disebut dengan prinsip kenikmatan (pleasure principles). Ego disebut dengan prinsip realitas (reality principles). Ego menyesuaikan diri dengan realitas. Sedangkan super ego merupakan prinsip moral (morality principles),yaitu mengkontrol perilaku dari segi moral.

2) Insting dan Kecemasan

Freud menyatakan insting terdiri dari isting untuk hidup (life instinct) dan insting untuk mati (death instinct). Life instinct mencakup lapar,haus dan seks, ini merupakan kekuatan kreatif yang disebut “ Libido”. Sedangkan death instinct merupakan kekuatan destruktif. Hal ini dapat ditujukan kepada diri sendiri, menyakiti diri sendiri atau bunuh diri atau ditujukan keluar merupakan bentuk agresi.

Menurut Freud ada tiga macam kecemasan yaitu :

Ø Kecemasan objektif

Merupakan kecemasan yang timbul dari ketakutan terhadap bahaya nyata.

Ø Kecemasan neurotik

Merupakan kekuatan atau merasa takut akan mendapatkan hukuman atas keinginan yang impulsif.

Ø Kecemasan moral

Merupakan kecemasan yang berkaitan dengan moral. Misalnya seseorang merasa cemas karena melanggar norma-norma moral.

3) Mekanisme pertahanan (defence mechanism)

Bertujuan untuk menyalurkan dorongan-dorongan primitif yang tidak dapat dibenarkan oleh super ego dan ego. Mekanisme pertahanan ini berfungsi unutk melindungi super ego dan ego dari ancaman dorongan primitif yang mendesak terus menerus karena tidak diijinkan muncul oleh super ego.

Sembilan mekanisme pertahanan yang dikemukakan oleh Freud adalah :

a) Represi

Represi terjadi, misalnya kalau seseorang mengalami suatu peristiwa, tetapi karena pengalaman itu ternyata mengancam/bertentangan dengan super ego maka pengalaman tersebut ditekan atau di repres masuk ke dalam ketidaksadaran dan disimpan agar tidak mengancam super ego lagi.

b) Pembentukan reaksi (reaction formation)

Reaksi seseorang yang sebaliknya dari yang dikehendaki, agar tidak melanggar ketentuan dari super ego.

c) Proyeksi (projection)

Karena super ego melarang seseorang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap orang lain maka ia berbuat seolah-olah orang lain yang mempunyai perasaan atau sikap negatif terhadap dirinya.

d) Penempatan yang keliru (dispacement)

Kalau seseorang tidak dapat melampiaskan perasaan terhadap orang lain karena hambatan dari super ego, maka ia akan melampiaskan perasaan tersebut kepada pihak ketiga.

e) Rasionalisasi (rasionalisation)

Dorongan-dorongan yang sebenarnya dilarang oleh super ego,dicarikan dasar rationalnya sedemikian rupa sehingga seolah-olah dapat dibenarkan.

f) Supresi (supression)

Supresi adalah upaya menekan sesuatu yang dianggap membahayakan atau bertentangan dengan super ego ke dalam ketidaksadarannya. Berbeda dengan represi,dalam supresi hal yang ditekan atau disupresi adalah hal-hal yang timbul dari ketidaksadarannya sendiri dan belum pernah muncul dalam kesadaran.

g) Sublimasi (sublimation)

Dorongan-dorongan yang tidak dibenarkan oleh super ego dialihkan ke dalam bentuk perilaku yang lebih sesuai dengan norma-norma masyarakat.

h) Kompensasi (compensation)

Untuk meutupi kegagalnnya dalam suatu bidang kelemahan atau dari bagian/organ fisiknya, ia membuat prestasi yang tinggi dalam bidang tersebut atau yang berkaitan dengan organ fisiknya. Dengan demikian egonya terhindar dari ejekan atau rasa rendah diri.

i) Regresi (regression)

Untuk menghindari kegagalan-kegagalan atau ancaman terhadap egonya ,individu mundur kembali ke taraf perkembangan yang lebih rendah misalnya kembali pada masa kanak-kanak.

Selain itu, dia juga memberikan pernyataan pada awalnya bahwa prilaku manusia didasari pada hasrat seksualitas pada awalnya (eros) yang pada awalnya dirasakan oleh manusia semenjak kecil dari ibunya.Pengalaman seksual dari Ibu, seperti menyusui, selanjutnya mengalami perkembangannya atau tersublimasi hingga memunculkan berbagai prilaku lain yang disesuaikan dengan aturan norma masyarakat atau norma Ayah. Dan setiap individu mempunyai seksualitas kanak-kanak (infantile sexuality) yaitu dorongan seksual yang terdapat pada bayi. Dorongan ini akan berkembang terus menjadi dorongan seksualitas pada orang dewasa, melalui beberapa tingkat perkembangan (perkembangan psikoseksual), yaitu :

Ø Fase oral/mulut (lahir sampai 12-18 bulan)

Pada fase ini kepuasan seksual terutama terdapat di sekitar mulut. Contoh : perbuatan bayi menyusu pada ibunya atau memasukkan benda-benda ke dalam mulutnya adalah dalam rangka mencapai kepuasan seksual fase oral ini.

Ø Fase anal/anus (12-18 bulan sampai 3 tahun)

Daerah kepuasan seksual berpindah ke anus contoh : pada saat buang air besar ( toilet training).

Ø Fase phalic (3 tahun sampai 6 tahun)

Kepuasan seksualnya terdapat pada alat kelamin. Tetapi berbeda dengan seks orang dewasa, kepuasan seks fase phalic ini tidak bertujuan mengembangkan keturunannya.

Ø Fase laten (6 tahun sampai pubertas)

Masa yang relatif tenang diantara tahapan-tahapan yang lebih bergelora.

Ø Fase genital (pubertas sampai kedewasaan)

Dimulai sejak masa remaja. Segala kepuasan seks terutama berpusat pada alat kelamin.

Freud menggunakan metode baru untuk menyembuhkan penderita tekanan Psikologis yaitu asosiasi bebas dan analisis mimpi. Dasar terciptanya metode tersebut adalah dari konsep alam bawah sadar, asosiasi bebas adalah metode yang digunakan untuk mengungkap masalah-masalah yang ditekan oleh diri seseorang namun terus mendorong keluar secara tidak disadari hingga menimbulkan permasalahan. Sedangkan Analisis Mimpi, digunakan oleh Freud dari pemahamannya bahwa mimpi merupakan pesan alam bawah sadar yang abstrak terhadap alam sadar, pesan-pesan ini berisi keinginan, ketakutan dan berbagai macam aktivitas emosi lain, hingga aktivitas emosi yang sama sekali tidak disadari. Sehingga metode Analisis Mimpi dapat digunakan untuk mengungkap pesan bawah sadar atau permasalahan terpendam, baik berupa hasrat, ketakutan, kekhawatiran, kemarahan yang tidak disadari karena ditekan oleh seseorang. Ketika hal masalah-masalah alam bawah sadar ini telah berhasil di-ungkap, maka untuk penyelesaian selanjutnya akan lebih mudah untuk diselesaikan.

Hal-hal ini dilakukan untuk mengembangkan sesuatu yang kini dikenal sebagai "obat dengan berbicara". Hal-hal ini menjadi unsur inti psikoanalisis. Freud terutama tertarik pada kondisi yang dulu disebut histeria dan sekarang disebut sindrom konversi.

Pandangan psikoanalisa Erikson

Teori perkembangan Erikson sangat dipengaruhi oleh psikoanalisa Freud. Beliau tidak mendasarkan teori perkembangannya pada libido, melainkan pada pengaruh sosial budaya di lingkungan individu.erikson masih memakai konsep-konsep naluri Freud yang dibentangkan pada dua titik ekstrim (positif-negatif) sebagai suatu konflik yang diungkap dengan kata “venus” yang bukan berarti “lawan”. Konflik ini menimbulkan suatu krisis. Terselesaikannya krisis itu akan mempengaruhi perkembangan individu. Bagi Erikson, krisis bukan merupakan malapetaka, tetapi suatu titik tolak perkembangan psikososial Erikson. Erikson adalah perintis perspektif tentang kehidupan (life-span perspective). Jika Freud menekankan bahwa pengalaman di awal masa kanak-kanak membentuk kepribadian secara permanen,ericsson malah menyatakan bahwa perkembangan ego bersifat seumur hidup. Teori perkembangan psikososial Ericsson mencakup delapan tahapan sepanjang rentang kehidupan, yaitu :

Ø Basic Trust Vs Basic Mistrust (lahir hingga 1 tahun)

Bayi mengembangkan perasaan bahwa dunia merupakan tempat yang baik dan aman. Hikmah : harapan.

Ø Autonomy Vs Shame & Doubt (2-3 tahun)

Anak mengembangkan keseimbangan independen dan kepuasan diri terhadap rasa malu dan keraguan. Hikmah : kehendak.

Ø Initiative Vs Guilt (3-6 tahun)

Anak mengembangkan inisiatif ketika mencoba aktivitas baru dan tidak terlalu terbebani oleh rasa bersalah. Hikmah : tujuan.

Ø Industry Vs Inferiority (6-11 tahun)

Anak harus belajar keterampilan budaya atau menghadapi perasaan tidak kompeten. Hikmah : keterampilan.

Ø Identity Vs Role Confusion (mulai 12 tahun)

Remaja harus menentukan pemahaman akan diri sendiri (“siapakah saya ini?”) atau merasakan kekacauan peran. Hikmah : loyalitas/dapat dipercaya.

Ø Intimacy Vs Isolation (dewasa awal)

Individu mencoba membuat komitmen dengan orang lain : apabila tidak sukses , maka ia akan menderita isolasi dan pemisahan diri. Hikmah : cinta.

Ø Productivity Vs Stagnation (dewasa tengah)

Perhatian orang dewasa yang sudah matang adalah membangun dan membimbing generasi selanjutnya atau merasa tidak percaya diri. Hikmah : rasa peduli.

Ø Ego Integrity Vs Despair (dewasa akhir)

Individu yang lebih tua mendapatkan penerimaan terhadap hidup dan membuatnya dapat menerima kematian atau sebaliknya, putus asa atas ketidakmampuannya menghidupkan kembali hidupnya. Hikmah : kebijaksanaan.

KESIMPULAN

Sigmund Freud

Teori penting : Teori psikoseksual.

Keyakinan Dasar : Perilaku dikontrol oleh dorongan tidak sadar yang luar biasa.

Teknik yang digunakan : Observasi Klinis.

Penekanan Kausal : Faktor bawaan yang dimodifikasi oleh pengalaman.

Keaktifan dan Kepasifan Individual : Pasif.

Erikson

Teori Penting : Teori psikososial.

Keyakinan Dasar : Kepribadian dipengaruhi oleh masyarakat dan dibangun melalui serangkaian krisis, atau alternatif-alternatif kritikal.

Teknik yang digunakan : Observasi Klinis.

Penekanan Kausal : Interaksi adalah faktor bawaan dan pengalaman.

Keaktifan dan kepasifan individual : Aktif.


Sumber dari :

Psikologi Umum Penerbit Gunadarma Disusun oleh A.M Heru Basuki

Psikologi Perkembangan Penerbit Kencana Karangan Diane E. Papalia, Sally Wendkos Old, Ruth Duskin Feldman.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar